Sabtu, 28 Mei 2011

Mengapa Tanam Trambesi?

Mengapa Tanam Trambesi?

PARTISIPASI : Kasat Samapta Polresta Bekasi Kompol Marjoro ikut menanam pohon trambesi
Pilihan Sniper pada pohon trambesi, kata Direktur Sniper Gunawan, trambesi pada mulanya diketahui tumbuh di savana Peru, Brasil, dan Meksiko, yang minim air. ”Kemampuan tumbuh di savana menunjukkan pohon ini tidak memiliki evaporasi tinggi,
Trambesi memiliki daya serap karbon dioksida (CO2) terbesar. Trambesi juga memiliki sistem perakaran yang mampu bersimbiosis dengan bakteri rhizobium untuk mengikat nitrogen dari udara,” kata Gunawan.
Menurutnya, trambesi miliki kandungan 78 persen nitrogen di udara, memungkinkan trambesi bisa hidup di lahan-lahan marjinal, juga lahan-lahan kritis, seperti bekas tambang, bahkan mampu bertahan pada keasaman tanah yang tinggi. ”Selain tahan kekeringan, juga tahan genangan. Trambesi memiliki tajuk yang luas, sekaligus tebal. Kondisi ini membuat cahaya matahari sulit menembus. Tanaman di bawah naungan tajuknya tidak bisa tercukupi cahaya matahari sehingga tidak bisa tumbuh subur, bahkan mati,” katanya lagi.
Gerakan penghijauan bumi atau Green Earth Movement, kata Gunawan sebagai langkah penyadaran bahwa iklim dan suhu bumi kian hari kian meningkat. “Kita harus sadar dan segera melakukan tindakan-tindakan yang perlu untuk mencegah semakin buruknya iklim di Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya,” kata Gunawan.
Untuk itu, dia berharap semua elemen masyarakat agar segera melakukan langkah-langkah penyelamatan salah satunya dengan menanam pohon dan menggunakan peralatan rumah tangga yang bebas dari bahan perusak alam, dan membuang limbah di tempat yang aman sesuai prosedur.
“Menanam hari ini adalah menyelamatkan generasi-generasi berikutnya setelah kita. Mari lakukan gerakan penghijauan, demi bumi kita yang lestari” himbaunya. (mot)

LSM SNIPER Tanam Pohon Hijaukan Cikarang Timur

LSM SNIPER Tanam Pohon Hijaukan Cikarang Timur

Rabu, 25 Mei 2011 | 09:37 WIB
LSM SNIPER Tanam Pohon Hijaukan Cikarang Timur
KlikM, Bekasi - Menjaga lingkungan dan menanam pohon adalah tanggung jawab semua elemen masyarakat. Tak terkecuali masyarakat, seperti dilakukan LSM Sniper, Rabu (23/5). Penghijauan Sniper ini dengan menanam pohon trembesi yang dipusatkan di wilayah Desa Labansari Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
"Ini sebagai upaya nyata dalam pembangunan dan partisipasi aktif kami. Jangan sampai ada imej bahwa LSM bisanya teriak-teriak saja" papar Gunawan, Direktur LSM Sniper.
Gerakan penghijauan bumi atau Green Earth Movement, kata Gunawan, sebagai langkah penyadaran bahwa iklim ataupun suhu di bumi, semakin hari semakin meningkat dan mungkin akan selalu meningkat.
"Kita selaku manusia haruslah sadar dan segera melakukan tindakan-tindakan yang perlu untuk mencegah semakin buruknya iklim di Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya" ujar pemuda yang konsen terhadap gerakan penyadaran masyarakat ini.
Lanjut Gunawan, bahwa mengantisipasi efek rumah kaca dan global warming,  semua elemen masyarakat agar segera melakukan langkah-langkah penyelamatan salah satunya dengan menanam pohon dan menggunakan peralatan rumah tangga yang bebas dari bahan perusak alam, dan membuang limbah di tempat yang aman sesuai prosedur.

"Menanam hari ini adalah menyelamatkan generasi-generasi berikutnya setelah kita. Mari lakukan gerakan penghijauan, demi bumi kita yang lestari" himbaunya. (Rha)
ANTAR DAERAH - Kamis 26 Mei 2011 | 02:00

Ditanam 1.000 Pohon Trembesi

Bekasi, Pelita
Potensi masyarakat kini kian menunjukan jati dirinya. Hal ini terlihat seperti yang dilakukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Solidaritas nasionalis Intelektual Peduli Rakyat (Sniper) membuat gebrakan dalam rangka program Gerakan Penghijauan Dunia mengadakan program penghijauan bumi dengan menaman seribu pohon trembesi di sepanjang jalan Bojong-Cipayung, Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Rabu (25/5).

Penanaman pohon penghijauan trembesi dipusatkan di Kampung Pamundayaan, Desa Labansari yang di hadiri Bupati Bekasi, DR. Saduddin, MM, Kapolresta Bekasi yang di wakili Kompol Marjono, Ketua PWI Bekasi Kusnadi, SA, Kabag Umum Pemkab Bekasi Drs Didik Jasmedi, Camat Cikarang Timur Drs Suhup dan ratusan masyarakat desa Labansari berlangsung dengan lancer atas dukungan masyarakat.
Bupati Bekasi dalam sambutannya mengatakan, apa yang dilakukan LSM Sniper ini hendaknya dapat dijadikan contoh oleh LSM dan organisasi kemasyakatan lainnya. Karena dengan apa yang dilakukan LSM Sniper setidaknya dapat memberikan kesan bahwa LSM bukan organisasi hanya sebagai social control, tetapi juga sebagai penggali potensi demi kesejahteraan masyarakat, katanya.

Menanam pohon dalam rangka menghijaukan lingkungan hendaklah di jadikan budaya bagi masyarakat kita, jika satu orang menanam satu pohon saja, saya yakin bumi Bekasi ini akan hijau berseri, ujar Bupati.
Sementara itu di tempat yang sama Ketua PWI Bekasi, Kusnadi, SA, mengatakan apa yang dilakukan oleh LSM SNIPER ini patut di acungkan jempol dan diberikan apresiasi yang sangat baik. Secara tidak langsung LSM SNIPER ikut andil dalam penyelamatan dunia dari pemanasan global. Oleh karena itu dengan dimualinya Sniper membuat gebrakan kegiatan yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat yaitu penyelamatan bumi, Kusnadi yang didampingi sekretaris dan rekan-rekan seprofesinya juga mengajak organisasi lainnya agar bisa berbuat yang sama. (yot)

Sniper Tanam Seribu Pohon Penyerap Karbon Dioksida

Sniper Tanam Seribu Pohon Penyerap Karbon Dioksida

APRESIASI : Bupati Bekasi Sa’duddin menanam pohon pertama dalam acara tanaman seribu pohon oleh LSM Sniper.
Cikarang Timur – Untuk menyikapi cuaca ekstrim belakangan yang dipengaruhi pemanasan global (global warming), LSM Solidaritas Nasionalis Intelektual Peduli Rakyat (SNIPER) melakukan penanaman seribu pohon jenis trembesi di Kampung Pamundayan, Desa Labansari, Cikarang Timur, kemarin.
Bupati Bekasi yang ikut hadir dalam acara tersebut siap mendukung program penanaman pohon untuk menyerap karbon dioksida. “Ini adalah rasa kepedulian kita dari hal-hal yang kecil terutama untuk membantu mengurangi pemanasan global serta berpartisipasi terhadap pembangunan di Kabupaten Bekasi,” ujar Ketua Presidium Sniper Gunawan disela-sela acara.
Disampaikannya, penanaman pohon Trembesi dipusatkan di wilayah Desa Labansari, Cikarang Timur dan akan terus dilanjutkan sepanjang 15 kilometer, mulai dari Kecamatan Cikarang Timur sampai Kecamatan Cikarang Pusat. Sniper juga mempersiapkan sukarelawan yang bertugas menjaga dan merawat tanaman tersebut agar tumbuh besar dan bermanfaat.
“Ini sebagai upaya nyata dalam pembangunan dan partisipasi aktif kami. Jangan sampai ada imej bahwa LSM bisanya teriak-teriak saja dan tidak memikirkan permasalahan lain yang lebih penting serta mendesak. Kami juga tidak ingin hanya menanam, tapi juga melakukan perawatan.
Merawat lebih sulit dari sekedar menanam,” papar mantan ketua LSM Bidik ini. Dia berharap, apa yang dilakukannya terus menular pada seluruh elemen masyarakat.
Terlebih, masyarakat dan pengusaha harus memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah rumahtangganya dan limbah perusahaannya sembarangan yang justeru mencemari lingkungan.
Bupati Bekasi Sa’duddin mengapresiasi penanaman pohon yang dilakukan Sniper. Menurutnya, apa yang dilakukan Sniper bisa memberikan pengaruh besar untuk penghijauan.
“Pemkab Bekasi mendukung penuh gerakan penghijauan. LSM bukan hanya mitra kerja, tetapi juga membantu Pemkab Bekasi dalam hal penghijauan. Kami bangga dan mudah-mudahan jadi budaya yang baik bagi masyarakat di sini,” singkatnya.
Sementara Kepala Seksi Produksi Perkebunan dan Kehutanan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bekasi Ebi Erwandi membeberkan, pada tahun 2011, Kabupaten Bekasi menargetkan tujuh juta pohon melalui dana APBD Kabupaten Bekasi, APBD Provinsi Jawa Barat dan APBN.
“Program ini juga menunjang program pemerintah dalam proyek penanaman satu milyar pohon. Adapun daerah yang kita targetkan menjadi kawasan penghijauan adalah Kecamatan Bojongmangu serta hutan mangrove di Kecamatan Muaragembong,” ujarnya.
Ditambahkan, sosialisasi penanaman pohon atau penghijauan juga disampaikan pada masyarakat  terutama anak sekolah, lantaran mereka merupakan generasi penerus yang akan menikmati hasil dari penghijauan tersebut serta mendidik kesadaran menaman pohon sejak dini. (mot)